Ada Dugaan Korupsi Dana Pendidikan di SMKN 13 Medan Sumut

Advertisements
Advertisements

Sumut-KarawangSinawang.com.Pengalokasian dana pendidikan dalam program bantuan operasional sekolah (BOS) tahun ajaran 2020 di SMKN 13 Medan  patut jadi sorotan semua pihak, hal ini tidak lain adalah untuk mengawal penggunaan uang negara yang disalurkan pada dunia pendidikan.

Yang menjadi perhatian tidak luput di lingkungan SMKN 13 Medan
Kecamatan Labuhan Sumut, pasalnya, ada indikasi pada masa pandemi, menjadi suatu azas mamfaat untuk mencari untung pada oknum pendidik.

Modus operandi yang diperankan oleh oknum pendidik dengan dugaan rekayasa kegiatan atau dugaan Fiktif kegiatan dalam laporan penggunaan dana BOS.

Seperti kita ketahui bersama, masa pandemi covid-19 pemerintah membuat kebijakan belajar secara online, maka dikeluarkanlah  surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Artinya semua kegiatan belajar murid ada di rumah atau secara daring, yg jadi pertanyaan kenapa muncul anggaran pengeluaran dana BOS untuk kegiatan ekstrakurikuler hingga sampai akhir tahun 2020 dan hingga angka cukup besar?

Ekstrakurikuler adalah kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta didik sekolah atau umumnya di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas.

Untuk diketahui, SMKN 13 Medan mendapatkan anggaran dana BOS tahun 2020, TAHAP Rp.1.557.760.000, TAHAP 2.Rp.743.680.000. TAHAP 3.Rp.651.360.000.

Tercantum  kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler yang menghabiskan biaya TAHAP 1.Rp.27.150.000, TAHAP 2.Rp.89.423.900. TAHAP 3.Rp.3.700.000. kegiatan ini cukup mengundang kecurigaan bahwa pihak sekolah membuat laporan fiktif dari tahap 2 hingga tahap 3, karena pada tahap tersebut, secara nasional sudah diberlakukan belajar online.

Tidak kalah penting yang menjadi perhatian angka yang rawan Mark up pada pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.97.622.000 pada tahap dua dan tahap tiga Rp.433.813.000. Juga administrasi kegiatan sekolah Rp.177.954.000 tahap dua dan tahap tiga Rp.142.263.000.

SMKN 13 Medan yang disebut-sebut dikomandoi oleh Sakti, S.Pd, M.Pd selaku kepala sekolah,saat di minta tanggapanya via pesan singkat WhatsApp masih membisu, beliau hanya sebatas membaca pesan tanpa memberikan jawaban.

Salah seorang pengamat pendidikan kepada media ini mengatakan,kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler pada masa pandemi dengan mengeluarkan biaya yang cukup pantastis patut dicurigai, jelas-jelas pemerintah melarang sekolah mengadakan kegiatan dilapangan,semua belajar online, tapi kenapa SMKN 13 Medan bisa mengeluarkan biaya besar dalam kegiatan eskul, ini patut menjadi perhatian pihak penegak hukum.

Juga pada kegiatan lainya, sangat tidak elok pada masa pandemi ini oknum pendidikan tidak memberikan contoh yang baik, atau menjual atas nama murid untuk mencari keuntungan, hati-hati bisa kualat nanti tegas pengamat pendidikan yang juga aktif dalam lembaga tersebut.

(Red)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment