Alokasi BOS SDN 21 Batang Anai Padang Pariaman Sangat Diragukan

Advertisements
Advertisements

Padang Pariaman-KarawangSinawang.com.Sesuai data yang di miliki wartawan, terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 21 Batang Anai, bahwa pada tahun 2020  mendapatkan anggaran dana BOS tahun 2020, pada TAHAP 1
Rp.150.930.000, tahap 2 Rp.201.240.000, tahap 3 Rp.155.790.000.

Namun dalam proses alokasi dana BOS tersebut agaknya ada perlu dicurigai dan pertayakan khususnya pada kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Dimana kegiatan tersebut  pertama menghabiskan biaya Rp.32.035.000 pada tahap pertama. Tahap kedua Rp.25.750.000 dan tahap ketiga Rp.15.315.000.

Seperti kita ketahui, dunia dilanda virus corona, termasuk Indonesia, virus yang cukup mudah menular tersebut membuat ekonomi dunia hampir lumpuh, pemerintah memutuskan setiap murid belajar secara online, keputusan tersebut diperkuat melalui Sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Artinya semua kegiatan belajar murid ada di rumah atau secara daring, yg jadi pertanyaan kenapa muncul anggaran pengeluaran dana BOS untuk kegiatan ekstrakurikuler hingga sampai akhir tahun 2020, yang nota bene kegiatan ini diluar kelas sekolah? Pencantuman anggaran tersebut patut diduga rekayasa.

Diketahui, Kegiatan ekstrakurikuler atau sering juga disebut dengan ”ekskul” di sekolah merupakan kegiatan tambahan di luar jam sekolah yang diharapkan dapat membantu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.pencantuman akan kegiatan ini sangat aneh dan memakan biaya hingga puluhan  juta rupiah.

Murid hampir satu tahun lebih belajar di rumah secara daring, karena tidak bisa tatap muka dan menghindari kerumunan, jangkan ekskul, belajar dibkelas saja tidak boleh, tapi biaya ekskul ini cukup besar hingga ratusan juta, apa kegaiatan yang dilaksanakan murid dengan guru, sementara para murid di rumah saja.

Selain pada kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah pada tahap 1 Rp. 53.994.035, tahap 2 Rp. 41.275.700, tahap 3 Rp.47.780.000.
Kedua kegiatan ini diragukan dan rawan fiktif dan Mark up angka.

Untuk mengklarifikasi dugaan tersebut, Ratna Wilis SPd sebagai Kepsek SD N 21 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat,melalui pesan singkat WhatsApp masih bungkam alias tutup mulut.bahkan berulang kali di minta klarifikasi tetap diam.

Seakan sudah kesepakatan untuk saling tutup mulut, karena aksi membisu juga diperankan oleh Plt kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat, saat diminta klarifikasinya melalui whatsapp nya,sampai berita ini naik ke kantor redaksi zonadinamika news com,sang Plt Kadis Pendidikan pun belum menjawab.

Lebih ironis lagi, santer informasi miring salah seorang tenaga honorer berinisial N di SD N 21 Batang Anai,kerap menerima gaji buta, hanya datang kesekolah, sekedar isi absen, lalu balik kanan alias pulang, gaji terus mengalir.

(Zaherman)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment