Diduga Mark Up Biaya, Kepsek SMAN 1 Sipahutar Bungkam Saat di Konfirmasi

Advertisements
Advertisements

Sumut-KarawangSinawang.com.Alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SMAN 1 Sipahutar yang terindikasi terjadi penggelembungan biaya dalam kegiatan sekolah dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Dugaan Mark Up alokasi dana BOS tahun 2020 pada tahap satu pada Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler Rp.92.306.000 – Kegiatan Assesmen Evaluasi pembelajaran Rp.85.900.000 – Adm Kegiatan Sekolah Rp.196.455.300 – Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.53.462.000  dan pada tahap dua yakni pembayaran  Administrasi Kegiatan Sekolah Rp.166.970.600 – sarpras Rp.184.677.300.

Tahap tiga – Kegiatan Eskul Rp.12.220.000 – Adm Kegiatan Sekolah Rp.129.404.600 – Langganan daya dan jasa Rp.41.120.000 – Pem sarpras Rp.95.580.300 – Pembayaran honor Tahap 1 – ( kosong ) Tahap dua Rp.53.480.000 Tahap 3 Rp.162.780.000  pembayaran Honor.

Oloan Pangaribuan selaku kepala sekolah SMAN 1 Sipahutar Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara ketika di konfirmasi media ini lewat aplikasi WhatsApp memilih diam alias tutup mulut, sehingga terkesan menunjukan sebuah kesombongan tanpa menyadari bahwa dirinya adalah pelayanan masyarakat atau pendidik yang dibayar negara.

Dugaan korupsi dana BOS ini disinyalir hanya untuk upaya penumpukan uang negara dengan cara yang tidak rasional, karena diduga mengalihkan dana pendidikan jadi hak milik dan keluarga.

Sejumlah sumber yang berhasil di mintain tanggapanya terkait alokasi dana BOS di tahun ajaran 2020 mengatakan, semua pihak harus aktif mengawasi dunia pendidikan khususnya dalam masa pandemi covid-19, tahun musibah ini sangat rawan terjadi praktek korupsi dalam alokasi dana BOS.

Hampir 80% bisa katakan kegiatan sekolah lumpuh, sistem belajar dilakukan online, namun bila mencermati biaya pemakaian dana BOS di sekolah terlihat sama dengan masa sebelum pandemi, itu artinya banyak oknum pendidik azas mamfaat untuk mengalihkan dana BOS untuk dikorupsi, tegas sumber yang meminta jatidirinya tersebut dirahasiakan.

Dia juga menanggapi akan bungkamnya Oloan Pangaribuan selaku kepala sekolah SMAN 1 Sipahutar Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara,menurutnya, tidak selayaknya seorang kepala sekolah bertingkah sombong karena level yang disandang sebagai pendidik, kepala sekolah harusnya memberikan contoh yang baik dengan memberikan klarifikasi dan jangan memilih diam , beliau harus paham, bahwa dana BOS itu bukan milik pribadi tapi uang negara yang diperuntukkan menunjang kelancaran pendidikan, tegas sumber.

Lebih jauh sumber mendesak, tunjukan  bahwa kita itu benar dan tidak ada niat jahat dalam mengalokasikan dana BOS, jangan mengelak bila di konfirmasi media, karir seseorang bisa hancur karena media dan bisa sukses juga karena media, media dengan pemerintah adalah mitra kerja, jadi tidak perlu Oloan Pangaribuan ngumpet bila di konfirmasi wartawan, bila ngumpet,berarti berbuat salah.kata sumber.

Jelaskan dengan baik terkait alokasi dana BOS dan jangan merasa sok bersih,karena manusia tidak luput dari kehilafan atau kelalaian dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.

(Jhon FG)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment