Dugaan Korupsi di Desa Cikampek Barat, di Bidik Kajari Karawang

Advertisements
Advertisements

Karawang-KarawangSinawang.com.Kejari Karawang melakukan investigasi atau sidak akan kegiatan para kepala desa, terkait akan temuan inspektorat dalam dugaan praktek korupsi.Peristiwa sidak ini membuat kades terlihat kalang kabut.

Desa Cikampek Barat dipimpin Tati Nurbingah akhirnya disidak oleh Kejaksaan Negeri Karawang itu, terkait dugaan  tindak pidana korupsi dalam realisasi dana desa tahun 2019 lalu,yang disidak Kamis (14/1).

Kedatangan Tim Kejari Karawang yang  membuat Perangkat dan kades pun terlihat kaget dan langsung mempersilahkan tamu yudikatif itu untuk masuk ke ruang kades. Ada sekitar satu jam Tim Kejari Karawang dalam ruangan kades. Tidak lama kades keluar dan beberapa perangkat desa dengan diiringi orang yang berseragam coklat bertuliskan di pundaknya Jaksa. Kemudian dilajutkan dengan melakukan pengecekan fisik pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang ada di Dusun Sukamanah, Desa Cikampek Barat. Dalam pembangunan TPT itu diduga ada tindak pidana korupsi. “Kami sudah kantongi data (dugaan penyimpangan). Ini baru tindakan awal,” ujar Ferry salah satu Jaksa usai melakukan sidak.

Sambil masuk ke dalam mobil, dia pun berpesan kepada Kades Cikampek Barat Tati Nurbingah untuk datang ke Kejari pada Senin mendatang untuk tindak lanjut dari sidak yang dilakukan.

Sementara saat dimintai keterangan, Kepala Desa Cikampek Barat Tati Nurbingah menyampaikan, pihak Kejari Karawang turun ke Cikampek Barat untuk bersilaturahmi. “Hanya silaturahmi, silahkan saja ngobrol sama Pak Sekdes,” ujarnya.

Sekdes Bambang saat dimintai keterangan lagi-lagi tutup mulut dan menyerahkan kepada salah satu kepala dusun yang merupakan Tim Pelaksana Kegiatan Tembok Penahan Tanah (TPK TPT) Sukamanah bernama Edi Jumala.

TPK TPT Sukamanah menyampaikan, kunjungan Kejari ke Cikampek Barat untuk melakukan pengecekan pekerjaan yang sudah terealisasi, karena kemungkinan ada atensi dari Inspektorat atau dari lembaga lain yang menduga pembangunan itu ada permasalahan. “Kejaksaan kroscek yah kemarin kan sudah riksus (Inspektorat),” ujarnya.

Sebelumnya, ada tim dari Kejari Karawang yang terlebih dahulu melakukan pengecekan fisik yang diduga ada penyimpangan. “Sebelumnya ada yang cek lebih dulu dari kejaksaan,” ujarnya.

Untuk diketahui, Anggaran pembangunan TPT itu sebesar Rp125 juta dengan panjang 243 untuk kanan-kiri TPT dan tinggi 120 cm. Dia mengaku dokumen terkait pembangunan itu sudah disiapkan untuk dijelaskan ke Kejaksaan.(zdn)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment