Dugaan Pungli dan Korupsi dan BOS di SMPN 1 Pamatang Silimahuta Simalungun Dibekingin Oknum Disdik?

Advertisements
Advertisements

Simalungun—KarawangSinawang.com.Figur Kepala sekolah SMP Negeri 1 Pamatang Silimahuta kabupaten Simalungun, agaknya masih menjadi perbincangan banyak pihak, terutama oleh sejumlah orang tua murid,kepala sekolah ini jadi sorotan publik bukan karena prestasi yang dicapai, namun karena munculnya banyak kekecewaan dari orang tua murid yang merasa di tertindas atas kebijakan yang merugikan para ortu murid.

Berawal kewajiban yang berbau pungutan liar sebesar Rp.100 ribu yang dibebankan pada setiap murid,dengan dalil untuk biaya pembangunan tower tanpa memperhitungkan efek samping dan resiko hukum  yang akan dihadapinya.

Bahkan tindakan ini telah melanggar peraturan menteri pedidikan dan undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pendidikan gratis wajib hukumnya atau Wajib belajar 9 yh diatur permendikbud nomor 47 tahun 2008.maka pemerintah wajib untuk menanggung segala biaya investas dan operasi disetiap penyelenggaraan pendidikan pada tingkat dasar SD dan SMP.

Sejumlah ortu murid yang merasa tersiksa atas pungutan tersebut, semakin menjerit setelah para anaknya tidak maksimal memiliki bahan pelajaran, seperti buku paket.fenomena ini diduga akibat adanya indikasi korupsi penggunaan dana BOS terkait pengadaan buku.

Nekatnya sang oknum kepsek melakukan hal-hal yang diduga sangat merugikan sejumlah orang tua murid ini, diduga karena di bekingin oknum kepala dinas pendidikan Simalungun.

Keluhan itu disampaikan pada LSM GPRI “Bagaimana anak kami mau belajar sementara sampai sekarang udah bulan Januari buku anak anak kami belum lengkap kami mengetahui adanya dana yang di salurkan pemerintah pusat atau dana BOS. namun anak kami tidak memiliki buku dengan lengkap”

Kemana dana BOS selama ini,sehingga sejumlah murid harus jadi korban untuk belajar, ini perlu diungkap, jangan karena keserakahan oknum pendidikan,anak menerasi negeri ini jadi korban, tutur orang tua murid yang tidak mau disebut namanya di media pada LSM GPRI DPD SUMUT didepan awak media ini .

Langkah menghindar agaknya menjadi yang terbaik bagi kepada kepala dinas pendidikan Simalungun  E. Sitepu S. Pd. M. Pd dengan nomor wa 0813 97xx xxxx langsung mengelak dan memblokir nomor WA.

Sama halnya dengan kabid .O. Lingga dengan nomor satu 0813708x xxxx online namun hanya membaca wa saya dan tidak mau membalas.Kepala sekolah P Damanik dengan nomor 0853 59xx xxxx ternyata nomor wartawan susah terlokir.

Kompak untuk menutup diri dengan memblokir nomor yang diperankan oleh oknum tersebut, semakin menimbulkan kecurigaan bahwa dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah disekolah tersebut rawan korupsi dan yang menjadi korban adalah para murid, maka perlu pihak penegak hukum ambil langkah untuk mengusut dugaan korupsi dana pendidikan tersebut

(Jhon Girsang)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment