KaDes Rantobi Madina Kerja Sama Dengan Penambang Ilegal Rusak Bumi dan Jalan

Advertisements
Advertisements

Mandailing Natal-KarawangSinawang.com.Kepala Desa Rantobi Kecamatan Batang Natal,Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, agaknya tidak peduli dengan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, pelaku penambangan emas secara ilegal diancam hukuman penjara 10 tahun.

Sehingga nekat merusak cita-cita luhur pendiri bangsa ini untuk menjaga memakmurkan dan mensejahterakan setiap warga negara Indonesia di seluruh wilayah NKRI.Hal ini demi mewujudkan cita-cita luhur pendiri bangsa ini.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan setiap warga negara nya, termasuk salah satunya dengan meningkatkan sarana dan prasarana .. membuka lapangan pekerjaan dan membangun akses jalan ke sentra perekonomian masyarakat.

Tentu dalam membangun sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan setiap warga negara di butuhkan kerja sama semua pihak terutama pihak pemerintah di barisan terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yaitu kepala desa.

Namun lain dengan oknum kades Rantobi dan bertolak belakang, dan seakan ikut dalam barisan para perusak hutan dan isi perut bumi tercinta, semata-mata demi menumpuk harta kekayaan, tanpa memperdulikan keselamatan hutan demi anak cucu bangsa.

Karena fakta dilapangan, kepala desa Rantobi Kec Batang Natal.merestui dan membiarkan jalan desa yang di bangun dari dana desa yang di kucurkan pemerintah di rusak oleh penambang emas ilegal demi kepentingan pribadi.

Selain penambang emas ilegal ini juga berjalan atas seizin kepala desa, hal itu terungkap atas pengakuan penampang pada media ini, bahwa pihaknya sudah mendapat izin dari kepala desa.

“Ya kami udah di perbolehkan kepala desa untuk membuka tambang emas di sini walaupun konsekuensinya terpaksa merusak jalan desa yang notabene aset negara..ujar Asril penyedia alat berat yang di pergunakan untuk membongkar jalan tersebut.

“Cuma kami berupa oret-eretan dari kepala desa, tapi kepala desa menjawab, tidak harus begitu-begituanlah” jawab pihak penambang.

Berbeda dengan jawaban Rantobi selaku kepala desa dan menyangkal bahwa dirinya tidak memberikan izin penambangan emas bahkan izin memakai jalan desa untuk dipakai walaupun harus rusak.”Ya tidak begitulah” jawab Rantobi dengan singkat.

Tentu kejadian ini sangat di sesalkan oleh Faisal haris yang juga ketua LPAKN RI “Kejadian ini sangat kita sesalkan dan kita akan melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwenang, tentunya, karena dalam hal ini seorang pimpinan desa yang notabene bagian dari pemerintah itu sendiri merusak jalan yang di pergunakan masyarakat untuk akses ekonomi”

Jalan itu di bangun sumber dana nya berasal dari dana desa yang di kucurkan oleh pemerintah…ujar Faisal haris di Medan, pengrusakan jalan desa tersebut sangat merugikan masyarakat sekitar karena mengganggu jalan masyarakat untuk bepergian ke tempat usaha yang mayoritas petani.

Ya kami sangat menyesali keputusan kepala desa yang memperbolehkan penambang emas ilegal merusak jalan demi kepentingan pribadi…ujar salah satu warga yang kami jumpai di lokasi. Tambah Faisal.seraya berharap pihak berwenang untuk menyelidiki dan memanggil kepala yang bersangkutan dan di proses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

(Aswin Amran)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment