Ketua BPD Desa Dahana Diduga Cuekin Pengaduan Masyarakat

Advertisements
Advertisements

Nias Utara, zonadinamikanews. Com. Sejumlah kepala tukang yang mewakili pekerja pelaksanaan kegiatan dana desa dahana kecamatan alasa, kabupaten Nias utara, tahap pertama melayangkan surat laporan keberatan kepada BPD desa dahana atas tindakan pemerintah desa yang tidak mau membayarkan upah/gaji mereka tertanggal 23 november 2020.

Ada pun isi dan tujuan surat keberatan para pekerja dalam pelaksanaan kegiatan dana desa dahana tahap pertama dimaksud adalah meminta kepada ketua BPD agar dapat memediasi dan mendesak pihak pemerintah desa dahana untuk segera melunasi upah/gaji mereka pada pelaksanaan kegiatan dana desa yg dialokasikan di dusun l (satu) desa dahana kecamatan alasa, kabupaten Nias utara, sebagaimana diberitakan media ini sebelumya.

Kasi kesejahteraan fajarman lahagu bersama TPK (tim pelaksana kegiatan) meliwari zalukhu desa Dahana, kecamatan alasa diduga menggelapkan upah/gaji pekerja pelaksana kegiatan pembangunan TPT, DWIKER PLAT, dan parit gendong yg di alokasikan di dusun l (satu) desa dahana.

“Puluhan juta rupiah nilai gaji pekerja yang diduga tidak dibayar oknum kasi kesejahteraan bersama TPK desa dahana ini, khususnya pada pelaksanaan kegiatan dana desa triwulan pertama tahun 2020 sebagai hak milik puluhan orang, mulai dari Kepala tukang, tukang, dan kernek.

Salah seorang kepala tukang yang di dampingi oleh rekan rekan nya (tukang ) yang di temui awak media di suatu tempat mengaku bahwa:

“Gaji gaji mereka pada pelaksanaan kegiatan dana desa dahana yang dialokasikan di dusun l (satu) tahap triwulan pertama tahun 2020 kemarin belum dibayar sampai sekarang, mereka hanya di beri berupa pinjaman oleh TPK” ungkap seorang kepala tukang

Ia mengatakan,sebelumnya pada rapat pemerintah desa sempat mengumumkan bahwa pelaksanaan kegiatan dana desa ini harus sesuai juknis. upah/gaji pekerja dalam pelaksanaan kegiatan dana desa ini masing masing berfariasi per HOK (harian orang kerja), yakni: Upah/gaji kepala tukang rp. 130000 (seratus tiga puluh ribu rupiah), Upah tukang rp. 120000( seratus dua puluh ribu rupiah), Upah kernek rp. 90000 (sembilan puluh ribu rupiah). Sehingga pada awal pelaksanaan kegiatan pembangunan mereka hanya diberi berupa uang pinjaman oleh kasi kesejahteraan an.FAJARMAN LAHAGU bersama TPK an. MELIWARI ZALUKHU, tujuan menyemangati anggota pekerja, dan gaji selanjutnya nanti akan kita lunasi setelah selesai pengerjaan sembari menunggu pencairan dana.

Salah seorang Anggota BPD desa dahana, kecamatan alasa kabupaten nias utara, yang di konfirmasi media ini, yulius zalukhu, menuturkan bahwa pihaknya pernah mendengar dan dapat di pastikan, surat laporan pengaduan para tukang/pekerja pada pelaksanaan kegiatan pembangunan TPT, DWIKER PLAT, dan parit gendong yg di alokasikan di dusun l (satu) desa dahana tertanggal 23 november 2020,
telah diterima oleh ketua BPD an. YUNIERMAN LAHAGU. Namun surat laporan pengaduan dimaksud sampai saat ini belum ditanggapi.

Menurutnya, pihaknya telah mencoba mengkoordinasikan kepada ketua BPD agar laporan pengaduan tersebut segera di tanggapi, bila perlu pihak pemerintah desa dahana dan para pekerja di undangkan agar masalah ini tidak berlarut larut masalah sekecil apa pun tidak boleh kita sepelekan bila kita ingin desa kita menjadi desa yang maju aman dan sejahtera. Namun ketua BPD YUNIERMAN LAHAGU menjawab dengan singkat “itu bukan ranahnya kita, mereka salah sasaran, biarkan mereka buat surat seperti itu”.

“kita telah berulang kali mengkoordinasikan tentang surat laporan pengaduan masyarakat /tukang itu pak, tapi ketua BPD bilang itu bukan ranahnya kami, katanya biarkan mereka membuat surat seperti itu”. Ungkap yulius meniru perkataan ketua bpd.

Lebih jauh yulius menjelaskan bahwa sebenarnya dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dana desa dahana tahap pertama dimaksud dapat dipastikan tidak mesti bermasalah seperti ini, klo pihak pemerintah desa dahana terbuka/ transparansi kepada masyarakat, terutama masalah upah/gaji pekerja, harga material, jumlah pagu dana yang di gunakan pada kegiatan tersebut,dll. Pada awalnya pihak pemerintah desa menginformasikan bahwa upah/gaji pekerja berfariasi, contihnya: Upah/gaji kepala tukang rp. 130000 (seratus tiga puluh ribu rupiah) per HOK, Upah tukang rp. 120000( seratus dua puluh ribu rupiah)per HOK, Upah kernek rp. 90000 (sembilan puluh ribu rupiah) per HOK.

Jujur saya selaku anggota BPD sangat kesal dengan jawaban bapak ketua BPD seperti itu, seakan tidak peduli dengan sesama, jelas fungsi dan tugas bpd sebenarnya mengawasi dan menyelesaikan masalah di lapangan. Kita berharap semoga kuasa tuhan dapat bergerak dalam hati kita masing masing agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada pihak yang merasa dirugikan. Harap yulius.

Ketua BPD desa dahana YUNIERMAN LAHAGU yang di konfirmasi melalui via telepon selulernya tidak mau diangkat dan di chat/ sms melalui akun WhatsApp miliknya dengan nomor 0821 xxxx xxxx tidak mau di jawab/dibalas, hingga berita ini di turunkan, namun media akan tetap berusaha untuk konfirmasi, guna untuk keperluan kelengkapan berita selanjutnya. @ sony

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment