LM TIPIKOR : Persoalan PKS TLM Dan PDAM Tirtanadi Butuh Campur Tangan DPRD Sumut

Advertisements
Advertisements

Medan, zonadinamikanews.Temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sumut Tahun 2018 terkait perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. Tirta Lyonnaise Medan (TLM), salah satu badan usaha asal Prancis, dengan PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut yang dinilai masih mengambang sepertinya membutuhkan campur tangan DPRD Sumatera Utara.

“Sebagai wakil rakyat, kami harapkan kerjasama DPRD Sumut khususnya Komisi C untuk menyikapi fenomena PKS antara PDAM Tirtanadi dengan PT. TLM yang telah menimbulkan keresahan masyarakat konsumen air minum”, kata Shiddiq Fathon, Ketua LM TIPIKOR RI, di Medan, Selasa (2/3).

Semisal, jelasnya, DPRD Sumatera Utara mempertanyakan beberapa hal kepada Gubsu H. Edy Rahmayadi selaku owner PDAM Tirtanadi menyangkut PKS dimaksud. Seperti langkah kebijakan apa sebenarnya yang diambil direksi PDAM Tirtanadi sehingga temuan BPK RI Perwakilan Sumut Tahun 2018 tersebut disinyalir terabaikan.

Kemudian kapan pastinya proyek yang diindikasi merugikan pihak PDAM Tirtanadi senilai Rp.33 miliar lebih itu mulai beroperasi. Terpenting, sambung Shiddiq lagi, berapa rupiahkah naiknya pendapatan PDAM Tirtanadi sejak proyek ini dioperasikan ?.

Ketua Lembaga Monitoring Tindak Pidana Korupsi (LM TIPIKOR) RI Sumut ini menuturkan, pasca dicopotnya Trisno Sumantri dari dirut PDAM Tirtanadi pada 26 Juni 2020 karena mendapat predikat ‘rapor merah’, tampuk kepemimpinan sementara dijabat kolektif kolegial oleh ketiga direktur bidang PDAM Tirtanadi yaitu Feby Milanie Direktur Administrasi dan Keuangan, Joni Mulyadi Direktur Air Minum, serta Direktur Air Limbah Fauzan Nasution.

“Kuat dugaan disaat direksi kolektif kolegial inilah proyek yang berlokasi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Limau Manis Tanjung Morawa Deli Serdang ini mulai beroperasi”, beber Shiddiq Fathon.

Padahal, sambungnya, mantan dirut (Trisno, red) sekalipun disebut – sebut tidak berani menyetujui pengoperasian proyek yang sempat tertunda karena adanya temuan BPK RI Perwakilan Sumatera Utara Tahun 2018 tersebut.

Diketahui, perpanjagan PKS antara PT. TLM dengan PDAM Tirtanadi Provsu guna penambahan debit air 400 ltr/dtk yang terintegrasi dengan eksisting 500 ltr/dtk, sehingga total produksi menjadi 900 ltr/dtk.

Diberitakan sebelumnya, dirut PDAM Tirtanadi Sumut Kabir Bedi menyatakan akan terus berbenah untuk terjaminnya ketersediaan air bersih di Kota Medan dan sejumlah Kab/Kota di Provinsi Sumatera Utara.

“Saat ini pelanggan yang mendapat tambahan debit air yaitu PDAM Tirtanadi Cabang Amplas, Medan Denai, M.Yamin, Tuasan,dan Cabang Cemara. Tambahan pasokan air berkisar 400 ltr/dtk tersebut dari TLM Limau Manis, merupakan hasil kerjasama dengan PDAM Tirtanadi yang semula 500 ltr/dtk menjadi 900 ltr/dtk”, kata Kabir Bedi beberapa waktu lalu.

Sementara Humarkar Ritonga, kepala Publik Relation (PR) PDAM Tirtanadi Sumatera Utara yang akan dikonfimasi via sambungan seluler dan pesan WhatsApp tidak memberikan respon. Begitu juga Kabidnya Adenin Ginting ketika dihubungi Rabu (17/2) sore berkisar dua pekan lalu tidak bersedia memberikan jawaban dengan alasan sedang mengikuti rapat dikantor.

(Abdurrahman)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment