LSM GPRI Sumut Akan Laporkan Kepsek SMP 40 Medan ke Penegak Hukum.

Advertisements
Advertisements

Medan-KarawangSinawang.com.Dugaan praktek korupsi dilingkungan pendidikan yakni di SMP Negeri 40 Medan, sebab tindakan yang diperankan oleh pihak sekolah sangat berpotensi merugikan keuangan negara yang menjual atas nama kegiatan di sekolah.

Dugaan korupsi tersebut terkait alokasi dana BOS yang dikelola di SMP Negeri 40 Medan dibawah komando ibu Asmiati Spd.MM selaku kepala.

Menurut informasi yang di rangkum oleh LSM GPRI DPD Sumut yang diketuai oleh Jhon Girsang,pihak menerima sejumlah keluhan akan sepat terjang kepsek apalagi masa pandemi Covid, yang diduga berusaha mengalihkan uang dana BOS bukan pada tempatnya dan berpotensi membuat laporan alokasi dana BOS yang penuh rekayasa.

Para tenaga pendidik itupun berharap agar pihak penegak hukum turun tangan untuk menyelidiki dugaan korupsi yang rawan Mark up disekolah ya, hal ini demi menyelamatkan uang pendidikan dari tangan oknum kepsek SMPN 40 Medan.

Atas laporan itu, oleh tim LSM GPRI DPD Sumut pun sudah melakukan komunikasi dengan pihak sekolah, namun oleh pihak sekolah seakan pasang badan dan merasa kebal hukum, indikasi ini diduga akibat di Bekingin oleh oknum dinas pendidikan setempat.

Dugaan Mark up akan alokasi dana BOS tahun ajaran 2020 tersebut diantaranya pada kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ektra kurikuler Siswa Rp. 73.766.850.adimistrasi Kegiatan sekolah Rp. 31.341.800.
Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 20.132.250.
Pembayaran honor Rp. 15.840.000.
Tahap 2 pada item Kegiatan pengembangan perpustakaan Rp. 196.034.000.adimistrasi Kegiatan sekolah juga Rp25.921950
Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 98.613.000.
Pembayaran honor Rp55.200.000.
Tahap 3 .adimistrasi Kegiatan sekolah Rp 54.727.500.

Perawatan sarana dan prasarana sekolah Rp106.812.000.kuat dugaan pda pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah SMP Negeri 40 Di tahun 2020sebesar Rp. 225.557250.

Begitu juga dengan pengembangan perpustakaan pada tahun 2020 dimana buku sudah lengkap hanya mengganti yang rusak dan yang hilang.

Dalam Pembayaran honor disinyalir ada rekayasa jam mengajar sebab pembayaran honor  Rp 44.160.000 juga Sangat diragukan kebenarannya sebab pada tahap 1.2dan 3 sangat jauh berbeda.

Bahka Asmiati Spd. MM terkesan buang badan dan mengatakan “Silahkan Konfirmasi Kegiatan pada inspektorat Karena kami sudah di periksa Inspektorat 8 kemaren”.jawabnya pada LSM GPRI.

Ketua DPD LSM GPRI Sumut Jhon Feteri Girsang pada media ini mengatakan, bila pihak sekolah tidak memberikan penjelasan pada pihaknya, makan pihaknya tidak sengan-sengan melaporkan dugaan ini pada penegak hukum, jangan dianggap enteng dalam alokasi dana BOS, dan tidak ada yang kebal hukum di negeri ini, semua sama kata hukum.

Lebih jauh Jhon Girsang mengatakan, “Kami sangat beralasan meminta penjelasan dari pihak sekolah, selain adanya keluhan dari sejumlah sumber yang notabene tenaga pengajar di SMPN 40 Medan mengatakan, juga sesuai data yang kami dapatkan” tegasnya.

KPK sekalipun sudah memberikan pernyataan tegas, bahwa pihak insfektorat tidak bisa jaminan tolak ukur bahwa alokasi dana BOS,oleh karena tidak perna melaporkan akan temuan mereka pada penegak hukum.(jfg)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment