Miris! Proyek Senilai 12 Milyar Di Mantangai Mangkrak

Advertisements
Advertisements

KUALA KAPUAS – KarawangSinawang.com.Sebagai wujud kepedulian dan kecintaan Pemerintah pusat terhadap warga masyarakat Indonesia,melalui kementrian kesehatan RI melewati Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas,Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng),mengelontorkan anggaran lumayan besar dengan nominal Rp 12 Meliyar lebih. Guna membangun berbagai macam fasilitas sarana dan prasarana dibidang kesehatan.dengan harapan kesulitan warga masyarakat bisa terpenuhi khususnya dibidang kesehatan.

Namun semua harapan tersebut, yang diharapkan oleh pemerintah pusat dan warga masyarakat setempat pudar hanya tinggal harapan. Pasal proyek pembangunan berbagai macam fasilitas kesehatan tersebut,yang dikerjakan oleh PT.Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya sebagai pemenang tender pekerjaan tersebut tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja yang telah disepakati dengan pihak Dinkes Kapuas selaku penyelengara kegiatan proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi media ini,Widjiati selaku Kuasa Penguna Anggaran (KPA),sekaligus Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (Smdk) Dinkes Kapuas, yang dipercayakan oleh pihak Dinkes Kapuas,membenarkan bahwa pekerjaan proyek yang ada di Kecamatan Mantangai tersebut Mangkrak tidak terselesaikan oleh pihak kontraktor pelaksana.” Terangnya

Disebutkan Mbak Wiji panggilan akrabnya,pihak selama kegiatan berlangsung sudah berusaha semaksimal mungkin menanggani proyek tersebut.bahkan pihaknya sudah memberi toleransi dan kelonggaran selama 50 hari sesuai aturan yang ada,untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.namun sampai batas waktu yang diberikan kepada pihak kontraktor pelaksana tidak juga bisa diselesaikan.maka pihaknya mengambil keputusan dengan memutuskan Kontrak pekerjaaan dengan kontraktor pelaksana proyek tersebut, terhitung pertanggal 5 Februari 2020 kemaren, Perusahaan selaku kontraktor pelaksana pekerjaan tersebut akan diberi sangsi sesuai aturan pengadaan barang dan jasa yang tertuang di Kepres 54 maka perusahaannya akan di Blacklist.” Katanya yang di Amini Theo farenra selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut pada media ini.(Angga)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment