Oknum Bank Sumut Dalam Pusaran DD Program Fiktif,Dana Inspektorat Madina

Advertisements
Advertisements

Mandailing Natal- ZonadinamikaNews.com.Beberapa waktu lalu, media ini telah mengangkat berita terkait pengakuan seorang oknum dan kades juga mantan kades di Kabupaten Mandailing Natal, dimana para kepala desa ini, merasa di Kibulin oleh oknum pejabat kecamatan, yang di janjikan akan dilakukan pengadaan buku perpustakaan, Maka sejumlah kepala desa pun diwajibkan mengeluarkan dana sebesar Rp.5.000.000. namun apa yang di janjikan oleh oknum kecamatan Natal tersebut hanya Pemberian Harapan Palsu (PHP) uang keluar barang tidak ada.

Sehingga muncul tudingan miring pada oknum Kecamatan Natal telah melakukan dugaan penipuan alias membuat program fiktif dan berdampak pada kerugian keuangan negara.Siapa dalang dibalik program fiktif ini, patut di usut, dan siapa saja penikmat uang tersebut harus di tindak,dan jangan membiarkan tindakan konyol ini semakin merajalela dan merugikan sejumlah kepala desa.

Indris mantan kepala desa pasar V kecamatan Natal yang mengaku termasuk korban, akhirnya membuka secara pulgar atas tindakan oknum-oknum tersebut. Diatas surat pernyataan bermeterai 600 tersebut dirinya merinci aliran dana desa, baik berupa pinjaman oleh sejumlah pihak dari aparat desa hingga petugas bank sumut, bahkan berupa uang titipan untuk oknum insfektorat yang diberikan melalui oknum LSM sebesar Rp.30 juta.

Ironisnya, ada oknum Bank Sumut yang diduga turut melakukan dugaan penipuan terhadap oknum kades, yang menarik dana hingga Rp.18 juta, namun hasil pekerjaan tidak ada dalam hal pembuatan LPJ.tindakan ini dinyakini cukup merugikan keuangan negara dan berdasarkan surat pernyataan Idris yang dibubuhi meterai 600 tersebut, bukti awal untuk menjerat sejumlah oknum, baik dari pihak kecamatan, inspektorat hingga petugas bank Sumut.

Sejumlah kepala desa di Kecamatan Natal diduga jadi korban pengibulan oleh oknum pejabat Kecamatan Natal Kab Mandailingnatal, diketahui 28 Desa di kecamatan Natal para kepala desa harus mengeluarkan dana Rp.5.000.000 setiap desa yang diperuntuhkan dalam pengadaan buku, pengadaan buku tersebut atas usul dari pihak kecamatan natal pada anggaran Dana Desa tahun 2019.

Dana Desa kecamatan natal ini terindikasi bau korupsi alah ulah oknum Kecamatan dalam pengadaan buku diduga p
Fiktif.

Dugaan fiktif tersebut makin terbuka, disaat jurnalis media zona dinamika melakukan konfirmasi kepada salah satu kepala desa yang dimana beliau mengatakan salah satu pejabat di kecamatan natal telah membuat proyek pengadaan buku dengan anggran Rp.5.000.000 perdesa kali 28 desa yang mana sampai sekarang belum di ketahui d mana buku tersebut berada.Seraya menduga dana tersebut telah hilang dan raib entah kemana.

Patut dicurigai, sejumlah kepala desa menjadi korban penipuan oleh oknum pejabat kecamatan Natal dengan membuat program fiktif, karena ini adalah uang negara yang diperuntuhkan untuk desa, maka wajar kepala desa mempertanyakan pisik dari pengadaan buku tersebut sebagai bukti pertanggunjawaban atas alokasi DD yang mereka terimah.

Muda Hasibuan ketua LSM KPK Nusantara Kab Mandailingnatal

Minimal Rp.252.000.000 anggaran DD tersebut terkumpul dan dana ini bukan dana sedikit, bila alokasi dana ini tidak jelas, maka jangan salahkan kepala desa bila melangkah lebih jauh ke ranah hukum, karena kami tidak mau jadi korban pembodohan oleh oknum pejabat kecamatan tersebut, terang kepala desa pada media ini bersama LSM KPK Nusantara, seraya kades tersebut meminta jati dirinya di rahasiakan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua LSM KPK Nusantara, program ini terindikasi kuat program fiktif, maka pihaknya juga tidak menutup kemungkinan akan melaporkan dugaan pengadaan buku fiktif ini pada penegak hukum.

“Kalau tidak ada kejelasan dan dasar hukum dalam pengadaan buku ini, maka kami dari LSM KPK Nusantara bersama para kepala desa akan melaporkan ini pada penegak hukum, ini uang rakyat dan disorot oleh pemerintah pusat dalam setiap alokasinya, jadi jangan main-main dalam dana desa ini, jeruji besi jadi taruhanya” tegas Muda Hasibuan selaku ketua LSM KPK Nusantara Kab Mandailingnatal pada media ini.

Hingga berita diturunkan, oknum pejabat kecamatan Natal tersebut belum berhasil diminta klarifikasinya

(Faisal Haris)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment