Penyaluran BST di Kota Tangerang Menyimpang

Advertisements
Advertisements

Tangerang. Zonadinamika News. Ramainya pembicaraan soal Bantuan Sosial yang berupa sembako di ganti dengan Bantuan Sosial Tunai ( BST ) banyak di keluhkan masyarakat yang tidak menerima nya, masyarakat bingung dalam mendapatkan informasi nya.

Menurut Mensos yang merubah bansos Sembakao menjadi Bantuan Tunai berupa uang 300 ribu, bantuan yang nama nya BST akan di kirim kepada masyarakat yang berhak menerima oleh petugas Kantor Pos ke rumah masing-masing penerima tanpa ada nya penumpukan masa dalam pemberian BST nya.

Untuk mengindari pelanggaran Protokol Kesehatan ( Prokes ) dan data nya sudah terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ) Kemensos. Yang langsung di terima PT. Kantor Pos Persero dan PT. Kantor Pos Persero membuat Undangan pemberitahuan ke masyarakat yang berhak menerima nya.

Tapi Praktek nya penyaluran tidak sesuai dengan keterangan ke Mensos yang akrab di sapa Risma ( Tri Rismaharini ). Faktanya, warga sebelum nya di datangin kader PKM Kecamatan, Seperti di wilayah Kp. Pondok lakah Kel Paninggilan Kec Ciledug Kota Tangerang.

Warga nya di datangin kader PKM untuk di data, dan datanya di serahkan ke Dinsos Kota Tangerang, aneh nya yang di data tidak semua warga yang tinggal di wilayah itu dengan alasan kata nya mengutamakan warga ber KTP Kota Tangerang bagi warga yang bukan Kota Tangerang tidak di data walau miskin ! Dan ada warga yang sudah dapat bantuan UMKM pun tidak di data.

Pada hal aturannya yang tidak menerima BST adalah warga yang sudah menerima program PKH.

Menurut keterangan dari Kader yang bertugas mendata, instruksi cara mendata dan mengilangkan Hak warga yang berdomisili di wilayah itu dan ber KTP daerah lain itu dari pegawai atau kordinator pegawe Dinas Sosial ( Dinsos ) Kota Tangerang. Sedang menurut Mensos data penerima sudah di nama ~ nama nya di PT. Kantor Pos.

Dan nanti undangan dari Kantor pos akan di kirim ke Rt setempat untuk di serah kan ke warga yang berhak menerima nya tampa ada nya potongan ! Baik untuk uang rokok ! Maupun ganti ongkos mengantar undangan.

Hampir di semuah wilayah seperti ini, terjadi nya penumpukan masyarakat untuk menerima BST dari petugas Kantor pos yang datang. Mensos harusbturun melihat langsung kejadian ini. Ini nama nya petugas kantor pos dan pihak Kelurahan yang melanggar Prokes, meminta warga nya berkumpul menerima BST.

( B. Argo. P )

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment