Plt Disdik Padang Pariaman Bekingin Kepsek SDN 21 Batang Anai?

Advertisements
Advertisements

Padang Pariaman zonadinamika news com. Plt Dinas Pendidikan Padang Pariaman dduga Lindungin anak buahnya yang terindikasi melakukan tindakan merugikan negara.

Dugaan rekayasa atas pengalokasian dana BOS di SDN 21 Batang Anai dan pembayaran honorer masih menjadi sorotan publik.

Info terkini, Plt Disdik mulai merapat ke pihak sekolah dalam menindaklanjuti info yang beredar, sayang entah apa hasil dari pertemuan Plt Disdik dengan kepala sekolah masih belum di ketahui, karena sang Plt masih bungkam pada media ini.

Patut diduga, oknum Plt Disdik Padang Pariaman berusaha membeck up sang kepsek demi sesuatu yang diduga menguntungkan pribadi.Sementara sang kepsek mulai panik dan berusaha menghindar dengan cara dugaan memutus komunikasi dengan wartawan dan memblokir WhatsApp wartawan.

Dugaan rekayasa biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler perlu menjadi perhatian penegak hukum, agar upaya menjual atas nama murid dalam mencari untung dan merugikan negara di sikat habis.

Diberitakan sebemnya, pengalokasian dana Operasional Sekolah (BOS) di SDN 21 Batang Anai Padang Pariaman pada masa Pendemi Corona virus 19, diduga keras hampir semua dana BOS  yang digunakan oleh Kepsek diduga rekayasa  yang disinyalir demi kepentingan pribadi dan kelompok.

Selain kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler yang diduga direkayasa, juga pembayaran honor menjadi sorotan,sebab sedikitnya 10 orang tenaga  honorer yang mengajar di bayar Rp 750, 000 perorang.Satu diantaranya honorer tersebut adalah anak kepala sekolah sendiri, namun jangan menunaikan tugasnya alias makan gaji buta.

Masa pandami covid-19, pihak sekolah diduga juga berupaya mencari peruntukan demi menambah isi pundi-pundi,walau harus memainkan uang negara yang diperuntukkan untuk anak didik, dan menjadikan dana BOS untuk ajang bisnis l.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa sesuai data yang di miliki wartawan, terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 21 Batang Anai, bahwa pada tahun 2020  mendapatkan anggaran dana BOS tahun 2020, pada TAHAP 1
Rp.150.930.000, tahap 2 Rp.201.240.000, tahap 3 Rp.155.790.000.

Namun dalam proses alokasi dana BOS tersebut agaknya ada perlu dicurigai dan pertayakan khususnya pada kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler. Dimana kegiatan tersebut  pertama menghabiskan biaya Rp.32.035.000 pada tahap pertama. Tahap kedua Rp.25.750.000 dan tahap ketiga Rp.15.315.000.

Seperti kita ketahui, dunia dilanda virus corona, termasuk Indonesia, virus yang cukup mudah menular tersebut membuat ekonomi dunia hampir lumpuh, pemerintah memutuskan setiap murid belajar secara online, keputusan tersebut diperkuat melalui Sesuai surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Diperkuat Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Artinya semua kegiatan belajar murid ada di rumah atau secara daring, yg jadi pertanyaan kenapa muncul anggaran pengeluaran dana BOS untuk kegiatan ekstrakurikuler hingga sampai akhir tahun 2020, yang nota bene kegiatan ini diluar kelas sekolah? Pencantuman anggaran tersebut patut diduga rekayasa.

Diketahui, Kegiatan ekstrakurikuler atau sering juga disebut dengan ”ekskul” di sekolah merupakan kegiatan tambahan di luar jam sekolah yang diharapkan dapat membantu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.pencantuman akan kegiatan ini sangat aneh dan memakan biaya hingga puluhan  juta rupiah.

Murid hampir satu tahun lebih belajar di rumah secara daring, karena tidak bisa tatap muka dan menghindari kerumunan, jangkan ekskul, belajar dibkelas saja tidak boleh, tapi biaya ekskul ini cukup besar hingga ratusan juta, apa kegaiatan yang dilaksanakan murid dengan guru, sementara para murid di rumah saja.

Selain pada kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah pada tahap 1 Rp. 53.994.035, tahap 2 Rp. 41.275.700, tahap 3 Rp.47.780.000.
Kedua kegiatan ini diragukan dan rawan fiktif dan Mark up angka.

(Zaherman)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment