Tagihan Air Melonjak Drastis : Poldasu Diminta Usut Dugaan Kelalaian PDAM Tirtanadi

Advertisements
Advertisements

Medan, zonadinamikanews.com.Sejumlah tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Medan, mendesak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) segera menyelidiki penyebab melonjaknya tagihan pelanggan PDAM Tirtanadi Sumut sejak terbitnya rekening pemakaian air bulan maret 2021 lalu.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) LSM SIDIK PERKARA Sumatera Utara, Agus Edi Syahputra Harahap, Jumat (9/4).

Menurutnya, pembengkakan tagihan rekening air ditengarai akibat adanya perubahan sistem pembacaan meteran dari manual beralih ke digital, hingga mengakibatkan tagihan air sejumlah pelanggan PDAM Tirtanadi mengalami lonjakan secara drastis.

“Kami yakin, stakeholder mendukung PDAM Tirtanadi merevitalisasi sistem pencatatan meteran ke arah lebih baik, tapi janganlah risiko (dugaan kelalaian) yang terjadi atas perubahan tersebut di bebankan kepada pelanggan?”, pungkas Agus Harahap.

Diberitakan sebelumnya, Ketum DPP LSM TERKAMS, Samsul Bahri Hasibuan, mengatakan, pasca dibukanya posko pengaduan pelanggan PDAM Tirtanadi selama 5 hari, Ombudsman RI Perwakilan Sumut menerima sebanyak 52 laporan ketidakwajaran tagihan pemakaian air yang melonjak drastis.

“Jumlah yang cukup fantastis, dari itu, kami kembali meminta Kapoldasu Bapak Irjen Pol Drs R.Z Panca Putra Simanjuntak M.Si mengusut penyebab membengkaknya tagihan rekening air sejumlah pelanggan PDAM Tirtanadi yang terindikasi meresahkan konsumen air minum tersebut”, ungkap Samsul Bahri, Kamis (25/3/2021) dikantornya Jl. Asoka Pasar I/139 B Asam Kumbang Selayang Medan.

Selain itu, “Kami juga menduga adanya unsur pidana penipuan dan kelalaian pihak PDAM Tirtanadi hingga mengakibatkan masyarakat pelanggan menderita kerugian”, bebernya.

Samsul Bahri menjelaskan, diantara pelanggan yang menyampaikan keluhan ada yang pemakaian sebelumnya rata-rata hanya Rp 200 ribu, melonjak hingga Rp 12 juta lebih. Malah kata pemiliknya, rumah tersebut tidak dihuni alias kosong sudah berkisar 3 tahun, dan aliran air tidak jalan.

Ketum DPP LSM TERKAMS Sumut ini mengaku miris melihat kebijakan PDAM Tirtanadi yang dinilai membebani pelanggan tersebut diberlakukan ketika masyarakat sedang dihadapkan dengan ekonomi yang sangat sulit ekses wabah Covid-19.

“Jangan lagi ditambah penderitaan rakyat (pelanggan) hanya karena kepentingan sepihak !”, imbuh Samsul, sekaligus berharap agar pihak kepolisian secepatnya memeriksa pejabat terkait, agar dugaan terjadinya tindak pidana penipuan dan kelalaian berikut oknum beserta ‘aktor intelektualnya’ segera diketahui publik.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Kabir Bedi mengimbau pelanggan tidak khawatir dengan lonjakan tagihan air, sebab PDAM Tirtanadi senantiasa memberikan solusi kepada pelanggan.

“Kalau ada terjadi kenaikan, kami menyarankan dan mengimbau seluruh pelanggan untuk menghubungi Call Center di 1500-922 atau mendatangi kantor cabang terdekat”, kata Kabir Bedi, Senin (22/3/2021) usai memberikan klarifikasi dikantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut di Jl.Sei Besitang No.3 Medan Petisah.

Sementara Humarkar Ritonga, Sekper (Humas) PDAM Tirtanadi mengatakan, terhitung sejak penyerahan aduan masyarakat dari Ombudsman RI Perwakilan Sumut beberapa waktu lalu, sampai saat ini pihaknya masih terus menerima aduan lonjakan tarif pembayaran air dari masyarakat.

“Saat ini masih tetap dalam pelayanan, namun sudah berkurang laporan-laporan tersebut, tapi tetap kita lakukan juga pelayanan kepada pelanggan yang komplain”, ujar Humarkar, Selasa (30/3/2021) pekan lalu saat dihubungi via telepon.

Dianya menuturkan, sampai kini pihak PDAM Tirtanadi Provsu masih menerima aduan, namun jumlahnya mulai menurun.

“Penanganan saat ini kami masih tetap menerima laporan keluhan pelanggan. Pelanggan yang merasa keberatan itu kita anjurkan supaya membuat permohonan, supaya kita revisi, reduksi istilahnya penurunan rekening”, kata Humarkar Ritonga. (Man)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment