Terlalu! Proyek Rumah Tidak Layak Huni Kota Pariaman Telantar Selama 3 Tahun

Advertisements
Advertisements

Padang Pariaman-KarawangSinawang.com.Sudah jatuh tertumpah tanggal pula, pepatah itu layak dialamatkan pada sejumlah keluarga miskin di pemerintahan kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat Barat,Sejumlah warga yang tinggal di rumah reot tersebut seakan terpaksa memelas dada atas derita yang mereka alami.

Walaupun ada perhatian atas keprihatinan terhadap kondisi rumah tinggal mereka,namun oleh oknum dengan tegahnya mengambil hak mereka secara tidak manusiawi.

Menyimak atas pengakuan Kardika warga miskin yang tinggal di Naras 1 Kota Pariaman pada awak media ini menceritakan akan musibah yang mereka alami akibat ulah oknum.

“Kami mendapatkan batuan rumah tidak layak huni sebesar Rp.30 juta dengan ukuran 6×6, bantuan itu berupa bahan bangunan, namun bantuan yang kami terima baru 15 juta, itu berupa bahan bangunan, dan bantuan itu turun sekitar 3 tahun yang lalu. Kami tidak tahu lagi ceritanya hingga saat ini kekurangan anggaran bantuan tersebut,karena sampai sekarang sudah tidak ada kabarnya, makanya bangunan rumah ini terbengkalai” terangnya pada wartawan media ini.

Kardika juga mengaku, bahwa dirinya juga perna didatangi oleh seorang petugas dari kejaksaan.”Kemarin ada salah satu dari oknum dari kejaksan datang kemari” kata Kardika.

Kehadiran oknum dari kejaksaan ini patut dipertanyakan, bahwa dugaan praktek korupsi dalam program bantuan rumah tidak layak huni ini harus di usut tuntas, jangan biarkan oknum perampok bantuan untuk keluarga miskin itu dibiarkan begitu saja, harap salah seorang warga.

Permainan kotor oleh oknum tertentu bantuan di duga untuk rumah tak layak uni , buat masyarakat miskin semakin miris dan perbaikan rumah mereka jadi terbengkalai, sebab rumahku adalah istanaku jangan berubah jadi rumahku dibuat jadi korban kejahatan demi memperkaya oknum.tambah warga dengan mimik wajah sedih.

Mendengar informasi warga miskin dijadikan jadi sarana mencari untung oleh oknum, membuat ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gempar Peduli Rakyat Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Sumatera Barat (LMS GPRI DPD Sumbar) Zaherman jadi murka.

“Bila benar anggaran bantuan ini sebesar Rp.30 juta jenis bahan bangunan, dan nyatanya diberikan hanya Rp.15 juta berupa material dan tidak ada kejelasan hingga sampai tiga tahun, bahkan pembangunan jadi terbengkalai, kejadian ini tidak bisa di biarkan, dinas terkait yang menyalurkan bantuan ini, harus bertanggungjawab” tegas Zaherman.

Lebih jauh Zaherman mengatakan, jangan jadikan warga miskin jadi sarana oleh oknum mencari keuntungan, kejadian ini harus kita kawal dan kami minta dinas terkait harus memberikan penjelasan, agar masyarakat mengetahui, kendalanya dimana, kenapa sudah sampai tiga tahun, anggaran itu tidak jelas,ada apa? Ini sudah sangat mencurigakan.

( Zul Nazri )

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment