Bupati Manggarai Prioritaskan 10 Pejabat Divaksin

Advertisements
Advertisements

Ruteng, zonadinamikanews 4 Februari, 2021 Siaran Pers Pemerintah Kabupaten Manggarai’ Bupati Manggarai Mencanangkan Pemberian Vaksin Covid 19 di Kabupaten Manggarai.Demi menjaga keamanan dan kepercayaan Publik, 10 Pejabat dan Tokoh Esensial diprioritaskan divaksinasi.

Pemerintah Kabupaten Manggarai melaksanakan pencanangan vaksinasi Covid 19 yang ditandai dengan pemberian vaksin kepada 10 orang pejabat dan tokoh esensial hari ini Kamis, (04/02/2021), pukul 09.00 wita, bertempat di Kantor Bupati Manggarai.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nobertus Burhanus, dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan vaksinasi untuk mengurangi transmisi Covid 19, menurunkan angka kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan kelompok masyarakat, dan melindungi masyarakat dari serangan Covid 19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH.,MH, dalam sambutannya menyampaikan tiga poin penting antara lain pertama, pencanangan vaksinasi dilakukan terhadap pejabat, tokoh daerah, dan tenaga medis untuk meningkatkan kepercayaan publik akan keamanan dan kehalalan vaksin. Kedua, pemberian vaksin tahap pertama difokuskan kepada petugas medis sebagai garda terdepan penanganan Covid 19. Ketiga, terkait sistem manajemen penanganan Covid 19, pemerintah senantiasa berupaya memperbaiki demi kebaikan bersama kedepannya.

Berikut sederet fakta yang muncul selama proses vaksinasi.

Dari total 10 pejabat dan Tokoh Esensial yang akan di Vaksinasi, Jumlahnya bertambah menjadi 17 orang, 12 divaksinasi, 5 pejabat ditunda pelaksanaan vaksinasi, karena alasan kesehatan.

Berikut daftar 17 Pejabat dan Tokoh esensial, yang divaksinasi yakni:
1. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Manggarai, Soe Flavianus;
2. Dandim 1612 Manggarai Letkol Kav. Ivan Alfa,
3. Kajari Negeri Manggarai, Yoni Pristiawan Artanto, SH;
4. Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Charni Wati Ratumana, SH., MH.
5. Wakapolres Manggarai, Kompol I Wayan Arnaya;
6. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Frumentius L.T.K. Do,
7. Sekertaris Keuskupan Ruteng, Romo Manfred Habur, Pr;
8. Wakil Ketua III UNIKA St. Paulus Ruteng, Romo Inosentius Sutam, Pr;
9. Sekertaris II MUI Kabupaten Manggarai, Ismail Nasar;
10. Ketua Majelis Gereja Kristen, Tommy Pinem;
11. Ketua IDI Cabang Kabupaten Manggarai, dr. Marianus Ronald Susilo.
12. Kepala BPJS Kabupaten Manggarai, Miftahul Jannah;
13. Kepala Tata Usaha BLUD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Maximilian Saksi Kolbey;
14. Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Manggarai; Anselmus Abong;
15. Ketua Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (PATELKI), Tarsisius Pamput;
16. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Stanislaus Bagul, S.Km.
17.Ketua PPNI Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa, S.Kep.,M.Sc

Dari total 17 pejabat dan Tokoh esensial tersebut, 5 pejabat dinyatakan ditunda pelaksanaan vaksinasi karena faktor Kesehatan (Tekanan darahnya Naik)

Kelima pejabat yang ditunda pelaksanaan vaksinasinya antara lain Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai, Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Sekertaris II MUI Kabupaten Manggarai, Kepala Tata Usaha BLUD RSUD dr. Ben Mboi, dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

“Bila kondisi kesehatannya membaik (tekanan darah kembali normal), maka akan dilakukan vaksinasi”, tutur Ibu Asumpta Jone (Kabid P2P Dinkes Manggarai)

*Bupati Manggarai dan Wakil Bupati Manggarai tidak divaksinasi*

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH.,MH dan Wakil Bupati Manggarai, Drs. Victor Madur tidak bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Keduanya tidak termasuk dalam daftar peserta dan tidak bisa menjalani vaksinasi Covid-19 karena sudah berusia melewati 59 tahun. Untuk yang berumur 60 tahun keatas, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan pada tahap berikutnya dengan tetap melalui 4 tahapan pemeriksaan.

*Proses vaksinasi melalui 4 tahapan pemeriksaan*

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Asumpta Jone, saat memberikan edukasi, mengatakan bahwa bahwa ada 4 tahapan yang harus dilalui dalam proses vaksinasi.

“Disini ada 4 meja yang harus dilalui dari pendaftaran hingga pemantauan. Saya sangat berharap bahwa meja ke 2 itu adalah meja skrining, ada 16 pertanyaan yang harus diikuti bapak ibu dan mohon dijawab dengan jujur karena ini ada hubungannya dengan KIPI, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi”, tuturnya.

Ini dilakukan, lanjutnya, karena imun dan KIPI setiap orang berbeda. Oleh karena itu menurutnya kejujuran dalam proses skrining harus dilalui dengan baik.

Keempat tahapan yang harus dilalui yakni, pendaftaran dan verifikasi data, skrining anamnesa dan pemeriksaan fisik, penyuntikan vaksin, dan pemantauan atau observasi KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi)

Khusus pemantauan, setiap penerima vaksin wajib menunggu selama 30 menit untuk mengetahui reaksi awal yang muncul setelah vaksinasi. Bila ada keluhan, akan segera ditangani oleh pihak medis.

*Proses vaksinasi dilakukan dua kali*

Pelaksanaan vaksinasi akan diulang lagi pada 14 hari kedepan yakni pada tanggal 18 Februari 2021.

“Sangat diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan sehingga pada hari yang ke-14, bisa diulang lagi (vaksinasi kedua). Karena jika kita hanya mendapat satu kali pemberian vaksin, tidak ada gunanya”, tutur Ibu Asumpta, Kepala bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

*Pencanangan vaksinasi berjalan lancar*

Hingga 30 menit pasca vaksinasi, tidak satupun dari para penerima yang menyampaikan keluhan. Peserta yang divaksin dalam kondisi yang baik dan tidak menunjukan gejala atau reaksi pasca vaksinasi. (*)

(Didimus )

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment