Puluhan Warga Sambangi Balai Desa Sitail

Advertisements
Advertisements

Tegal, Jateng – KarawangSinawang.com.Puluhan warga Desa Sitail Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal sambangi kantor Desanya, selasa (02/02). Mereka menuntut pemerintah Desa agar transparan dalam melaksanakan dan menjalankan roda pemerintahan.

Dalam pelaksanaan klarifikasi di aula desa, warga dikawal ketat oleh aparat kepolisian resor Tegal, dengan menerapkan prokes (protokol kesehatan) sesuai anjuran. Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) setempat. “Aparat kepolisian disini untuk mengawal terkait keamanan dan juga menerapkan protokol kesehatan terkait covid-19”. Ungkap Muhsinin Alansyah selaku kepala Desa Sitail, yang berusaha menenangkan warganya.

Dalam acara tersebut, perwakilan warga sekitar sepuluh orang dipersilahkan masuk ke aula desa dan selebihnya hanya diperbolehkan menyaksikan dari luar pagar yang tertutup rapat dan dijaga oleh pasukan sabhara Polres Tegal. “Apa yang seperti pernah pak Kades sampaikan ke saya, bahwa nanti saya (Kades) siap dikritik”. Ungkap Sobirin, perwakilan warga yang terlihat berusaha mengingatkan Kepala desanya.

Disisi lain, Tosim juga menambahkan, agar Kepala Desa segera mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran DD (Dana Desa) dengan bukti data kepada masyarakat Sitail. “Menurut saya, Sitail (Pemerintah Desa) itu kurang transparan. Jadi ga cukup dengan banner ini”. Sambungnya, sembari menunjuk banner pengumuman penggunaan Dana Desa yang berada disebelahnya.

Keadaan saat itu sempat memanas, karena semakin banyak interupsi dari perwakilan warga yang ingin menyampaikan uneg-unegnya. Beruntung situasi bisa diredam dan kembali kondusif.

Disampaikan Muhsinin, bahwa inti dari tuntutan warga adalah agar semua aset desa dapat kembali lagi ke desa. “Inti daripada tuntutan warga itu, aset desa supaya kembali lagi ke desa”. Paparnya. Sinin menegaskan, bahwa semua yang dilakukan sudah sesuai peraturan daerah yang berlaku, yakni, Perda nomor 27 Tahun 2017.

Namun demikian, pada intinya, disamping semua tuntutan yang telah disampaikan, warga masih merasa kecewa dan belum puas, dengan pola dan cara kepemimpinan Muhsinin Alansyah sebagai kepala desa. Yang mana, warga juga menganggapnya sebagai suatu bentuk “arogansi” dalam memimpin warga Sitail yang terlihat nuansa religius serta majemuk.

[SatriyoAdie]

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment