Purnawirawan TNI dan Warga Baru Nyatakan Partai Gerindra Kabupaten Belu Bohongi Masyarakat

Advertisements
Advertisements

tni bohongiATAMBUA – Zonadinamika.com, Sejumlah Purnawirawan TNI-AD serta warga baru eks Timur-Timur menyatakan sikap ketidakpercayaan mereka kepada Partai Gerindra Kabupaten Belu, karena tidak meloloskan kedua bakal calon putra terbaik mereka untuk maju dalam pilbub 9 Desember mendatang.

“Kami tidak percaya pada partai Gerindra Belu karena tidak mengusung dan mengakomodir salah satu bakal calon putra terbaik bapak Apolinario Da Silva (Bakal calon bupati-paket AMAN)dan bapak Arnaldo Dasilva Tavares (Bakal calon wakil bupati-paket MALTA),” Ungkap Koordinator Antonio Dos Santos, S.IP kepada media Minggu, 9/5/15.

Pertemuan yang di lakukan oleh keluarga besar TNI-AD dari warga baru di Kabupaten Belu yang bertempat di rumah Antonio Dos Santos, S.IP, guna membahas ketidakmampuan  Partai Gerindra dalam mengusung paket dukungan mereka.

Mosi tidak percaya tersebut dirancang oleh 3 koordinator yakni Antonio Dos Santos, Joao Vicente dan Dominggus Dos Santos menyampaikan protes serta kekecewaan mereka terhadap pimpinan partai Gerindra yang tidak punya pelayanan untuk warga Eks Timor-Timur yang berniat merubah Belu menjadi Kabupaten yang mandiri.

“Kami sudah tidak percaya lagi kepada partai Gerindra yang sudah ingkar janji, juga kepada Bapak Prabowo yang telah melupakan jasa baik kami dalam membesarkan Partai Gerindra Kabupaten Belu lewat perjuangan keras yang telah terbukti sejak pemilu Gubernur NTT 2013 dan mendukung calon yang telah di usung pemilu legislatif tahun 2014 menang dan memimpin DPRD Belu, serta Pemilu Presiden Prabowo Hatta Tahun 2014 dengan suara terbanyak di Kabupaten,” Tandas Antonio.
Antonio juga menyesalkan bahwa seharusnya ketua DPRD Belu dari warga baru yakni Agus Pinto, namun kursi ketua DPRD jatuh pada tangan orang yang suaranya tidak memenuhi syarat.

“Warga Baru sekitar 130 orang ini melakukan mosi tidak percaya terhadap partai Gerindra Belu dan menegaskan bagi keluarga dan teman untuk tidak lagi mendukung partai Gerindra di Kabupaten Belu, sebab tim survei dari partai Gerindra dan para anggota Dewan ternyata hanya rekayasa semata karena jaminan finansial berupa uang tunai,” Ungkapnya Kesal.

Selain itu Arnaldo Tavares dari paket MALTA menyampaikan kekesalannya bahwa mereka telah berjuang keras namun hasil survei dari partai Gerindra menyatakan Paketnya mendapat prosentase nol dan Paket AMAN memperoleh 1,5 persen dan dinyatakan tidak lolos karena hasil survei tidak memenuhi ketentuan, sehingga partai Gerindra jatuh ke tangan Paket lain.

“Hal ini sangat tidak di benarkan karena tim survei bersama para anggota Dewan dari partai Gerindra di kabupaten belu melaporkan data yang tidak sesuai dengan keadaan warga baru eks timor-timur di kabupaten belu, kami telah habis-habisan berjuang namun apa yang di tempuh hasil survei kami nol persen,” Pungkas Nando Tavares dengan kesal. (Yulianus S. Feka).

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment