Terkait DAK Kepsek SDN 13 Bongkar Borok Dinas Pendidian Padang Pariaman

Advertisements
Advertisements

Padang Pariaman-KarawangSinawang.com. Kepala sekolah SD N 13 Sungai Limau kabupaten Padangp Pariaman sumbar Bujang s, Pd,i MA, akhirnya bongkar borok pihak dinas pendidikan, rehab sekolah dari dana DAK bermasalah dilapangan karena ulah oknum disdik.

Kepsek ini mengatakan tetang besaran dana yang tidak terlihat di flang proyek, atas perintah oleh oknum di dinas untuk disembunyikan atau tidak dipublikasikan.

Juga soal keterlambatan pembagunan juga akibat ulah oknum dinas yang memperlambat.

“Kalau masalah waktu kerja sudah habis Kepsek menjawab dana kami terlambat turun dan apa lagi disekolah lama kami ini arus dibokar dulu dan baru di bangun lagi” jawabnya.seraya mengatakan keterlambatan dana itu, dirinya tidak mengetahui penyebabnya.

“Kenapa terlambat saya kurang tahu, silahkan bapak bapak tanya langsung ke dinas”, ucap Kepsek.

Akhir tahun sudah hampir habis, kini kondisi proyek pembangunannya baru mencapai paling tinggi 80 parsen, tidak bisa di jamin selesai tidaknya bangunan hingga akhir tahun

“Bangunab ini baru mencapai 80 parsen, selesai tidaknya sampai akhir tahun ini,dirinya tidak bisa memastikan yang jelas saya berusaha sekmasimal mungkin, saya akan menambah tukang lagi, mudah mudahan selesai akhir tahun ini” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Zaherman Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gempar Peduli Rakyat Indonesia Dewan Pimpinan Daerah Sumatera Barat (LSM GPRI DPD Sumbar) menilai Kepala sekolah SD N 13 Sungai Limau kabupaten Padangp Pariaman sumbar Bujang s, Pd,i MA, tidak becus bekerja dalam penyerapan Alokasi Dana Khusus (DAK), ada kesan tidak melakukan kontrol dilapangan sehingga waktu yang ditentukan tidak bisa di pertanggunjawabkan.

Dampak ini, selain akan menganggu kegiatan sekolah, juga akan berdampak pada ambudulnya SPJ yang akan di laporkan.kepala sekolah semacam ini tidak layak mendapatkan anggaran proyek, kalau tidak bisa menjalankan dengan baik.

Apalagi saat dikonfirmasi seakan tidak tidak tahu akan keterlambatan dilapangan, dengan menjawab konfirmasi bapak ini ambi perlu data lengkap. Karena sekarang ambo lagi dijalan. Kalau bisa sekaligus dihadapan kabid ambo. Agar ambo ndak salah menjawab pak” jawabnya via pesan singkat.

Jawaban ini diduga,kepsek berlindung dalam ketiak kabid, sehingga membawa-bawa Kabid dalam kelemahannya dalam melaksanakan tugasnya dalam penyerapan DAK tersebut.

Demikian di beberkan oleh Zaherman pada media ini, seraya menantang Kepsek SD N 13 Sungai Limau untuk duduk bersama dengan Kabid sebagai mana yang dianjurkanya.karena keterlambatan ini hampir satu bulan dan ini sangat luar biasa.

Dugaan niat jahat atau dugaan praktek korupsi dalam alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dilingkungan Dinas pendidikan makin terbuka, diantaranya tidak dicantumkan ya besaran anggaran dalam plang proyek pada proyek rehap gedung atau ruang kelas tersebut, juga terjadinya habis masa kerja yang hampir satu bulan, namun fisik dilapangan belum menjukan hasil yang memuaskan.Diduga hal ini terjadi akibat terlalu sibuk ngitung-ngitung untuk mencari keuntungan pribadi dalam anggaran tersebut, sehingga tidak memperhatikan kontrak kerja yang dibuat.

Tindakan penutupi nilai anggaran terhadap publik ini membuktikan bahwa sejumlah oknum terkait tidak menunjukkan sifat keterbukaan dan kejujuran pada masyarakat, sehingga patut dicurigai bahwa ada niat kurang baik atau indikasi permainan oleh oknum.

Sebab kita ketahui, sejumlah oknum pejabat harus berurusan dengan penegak hukum, atas tindakan kejahatan yang dilakukan dalam mempermainkan anggaran DAk, apakah sejumlah oknum di dinas pendidikan Padang Pariaman ini juga mengikuti jejak oknum pejabat yang terjerat dalam hukum tersebut?

Proyek dana alokasi ( DAK) tahun 2020 tanggal mulai kerjanya 13 Juni 2020 berhakir 09 November 09 November 2020, Lihat saja proyek di SD N 13 Sungai Limau Jabupaten Padang Pariaman tersebut Waktu kerjanya sudah abis tanggal 09 November 2020 yang lalu.Diprediksi volume proyek tersebut baru mencapai 60 parsen.

Saling tutup mulut juga diperankan oleh Kabid SD, saat dikonfirmasi melaluai whatsapp nya sampai berita ini naik, konfirmasi via sms belum direspon.

Sementara itu seketaris Disdikbud Padang Pariaman dan sekaligus plt Kadis Ashar Adek S, Pd mengatakan
Lewat Whatsapp nya “Terima kasih atas informasinya, saya minta info dulu kebidang yang menangani nya” .

(Tim)

 

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment