Keluhan Masyarakat Pada Pemda Matim, Untuk memperhatikan Jalan Jalur Borong – Waling

Advertisements
Advertisements

Matim,KarawangSinawang.com – Akibat kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, diminta kepada para pengguna jalan yang melakukan perjalanan melintasi ruas Jalan Raya Borong – Waling Khususnya dikampung Lidi Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur,Nusa Tenggara Timur (NTT) Mengalami Rusak Parah.(Sabtu,26/12/2020)

Kondisi ruas jalan yang licin, berlumpur dan banyak kubangan air disepanjang jalan sangat memperhatinkan, Jalan yang mengalami kerusakan parah tersebut sepanjang 3 km. Membuat arus lalu lintas dari dan menuju borong Waling terhambat.

Frans salah seorang pengendara motor yang melintas di jalan ini mengungkapkan “Akibat dari kondisi jalan yang sangat memprihatinkan ini, diminta kepada para pengguna jalan yang melakukan perjalanan melintasi daerah ini agar senantiasa harus ektra hati hati karena kalau tidak hati hati bisa mengakibatkan kecelakaan.” ungkapnya

Lanjut Frans “Agar semua pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat harus ekstra hati – hati dan selalu mengurangi laju kecepatan kendaraan, karena bila tidak, resikonya adalah kecelakaan.” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari masyarakat Lidi, jalan ini sudah hampir puluhan tahun tidak pernah diperbaiki sejak Kabupaten Manggarai Timur belum terbentuk. Sebagai masyarakat mengharapkan kepada pemerintah daerah Matim untuk bisa memberikan perhatian yang lebih terhadap penangan ruas jalan Borong Waling, pinta warga.

Sesuai penelusuran di lapangan, diketahui bahwa jalan ini rusak diakibatkan karena tidak adanya got atau drainase di kiri kanan jalan sehingga menyebabkan air hujan yang turun selalu masuk dan mengalir di badan jalan, sehingga aspalnya muda terlepas.

Jalan strategis ini memang merupakan salah satu akses jalan dari dan menuju ke kota Kabupaten Manggarai Timur. Untuk itu masyarakat meminta kepada Pemerintah Daerah Manggarai Timur untuk bisa mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki kondisi ruas jalan Borong menuju Waling tersebut.

Salah seorang tokoh muda Lidi yang enggan menyebutkan namanya; kepada media ini mengatakan bahwa,  keberadaan kami di Kabupaten Manggarai Timur ini bukan saja sebagai penonton pembangunan, tapi kami juga harus semestinya menjadi penikmat pembangunan itu sesungguhnya.

Lanjutnya, kami mengharapkan agar jangan sampai kami di wilayah ini selalu dianak tirikan, tetapi kami mohon kepada pemerintah daerah untuk memperlakukan sama kami di sini dengan wilayah – wilayah lain yang ada di Manggarai Timur; karena cita – cita pembangunan adalah mensejahterakan rakyatnya di segala sektor kehidupan, tutupnya.*

(Hubertus Basri)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment