Tempat Kos-Kosan Ini Sering di Pakai Mesum Lalu Digrebek Warga Gunungsitoli

Advertisements
Advertisements

Gunungsitoli-KarawangSinawang.com. Diduga pasangan kekasih digerebek di sebuah kos-kosan di jalan Yossudarso, kelurahan saombo, kecamatan Gunungsitoli , kota Gunungsitoli, provinsi sumatera Utara rabu 27/1/2021 sekira pukul 22:00 wib malam.

Penggerebekan tersebut dipimpin langsung oleh sejumlah tokoh bersama warga masyarakat setempat yang di saksikan oleh sejumlah anak kos lainya .
.
Kepada wartawan, tokoh masyarakat yang didampingi sejumlah anak kos lainya menjelaskan, penggerebekan tersebut dilakukan karena mendapat informasi dari masyarakat dan anak kos, bahwa ada salah satu kamar kos-kosan perempuan yang sering berduaan bersama laki laki, dan di curigai mereka adalah bukan pasutri dan sering berbuat mesum.

“Mendapat informasi tersebut, kita langsung melakukan penggerebekan dan betul didapati ada laki-laki dan perempuan yang berada dalam satu kamar. Setelah kita interogasi, ternyata mereka adalah sepasang kekasih yang sudah sering dan berbulan-bulan tidur berduaan kamar tersebut,” ungkap tokoh .

Dari keterangan pasangan yang bukan suami istri tersebut, diketahui identitas perempuan berinisial M berstatus mahasiswi di salah satu perkuliahan yang ada di wilayah kota Gunungsitoli, dan laki-laki inisial MT. MT diketahui warga kecamatan somambawa, Kabupaten NIAS selatan sementara utara.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan M, bahwa mereka adalah bersaudara, namun MT, mengakui kalau M adalah Famili yang tidak ada hubungan sedarah denganya.

Ironisnya, pasangan tersebut sudah berbulan bulan sering tidur berduaan didalam kamar kos-kosan hingga mencurikagan bahwa mereka bukan saudara atau pasutri.

Terkait hal itu, tokoh masyarakat pun mengimbau agar pemilik kos-kosan mengeluarkan dan mengusir pasangan yang bukan suami istri tersebut selambat lambatnya pagi kamis 28/01/2021, serta kedepanya agar tidak mengizinkan laki-laki dan perempuan berada dalam satu kamar.

Jika didapati hal serupa, pihaknya akan berkoordinasi kepada pihak pemerintah setempat dan penegak hukum agar menindak tegas pemilik kos, dan dipastikan akan ada tindakan tegas secara baik hukum mau pun secara adat sebagaimana yang telah diatur dalam hukum adat dan perundang undangan yang berlaku di NKRI.

“Kita dari tokoh masyarakat menegur keras dan akan berkoordinasi kepada pemerintah setempat agar kos-kosan yang melanggar hukum dan adat istiadat kepulauan nias di tutup, bila di kemudian hari ditemukan hal yang serupa,” tegas Tokoh.

“Karena tindakan ini telah mencemarkan nama baik lingkungan dan adat istiadat kepulauan nias,” tambahnya. (red)

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment