Pintu Gaib Terbuka Saat Dunia Krisis

Advertisements
Advertisements

KETIKA krisis multi dimensi makin membelit, politik dinilai ‘cuma’  ngibulin rakyat, kegiatan berbau kegaiban pun mengarah menjadi budaya massal. Bukti soal itu kian bermunculan. Termasuk soal fenomena klenik menggeser klinik yang dicap tak humanis.

Nah, di Medan, Abah Rahman menjadi bagian bukti trend mistik era modern. Lihatlah kesehariannya. Pemandu alam gaib itu saban hari harus melayani puluhan orang yang meminta bantuan jasanya. Semuanya dirundung kesedihan. Dan dia diyakini mampu melepaskan ikatan problem kehidupan. Dengan pamor terus meningkat, fenomena sang cenayang bertubuh subur itu diketahui terjadi sejak 2 tahun lalu. “Saya ini bukan hanya semata paranormal. Saya juga sebuah aliran pemikiran, sekaligus menjadi gerakan yang bereaksi terhadap kegagalan manusia menciptakan dunia yang lebih baik,” tegas Abah Rahman, terdengar gagah.

“Saya berjuang di bidang ini sebenarnya karena didasari rasa kecewa. Kecewa terhadap janji yang diberikan oleh peradaban modern. Semua tahu, inilah era peradaban yang mendasarkan diri pada ilmu pengetahuan rasional. Tapi lihat fakta nasib rakyat! Ini (orang-orang) yang sekarang datang, juga yang kemarin-kemarin atau esok lusa, dari jaman kakeknya, mereka tetap hidup melarat di negeri kaya ini. Susah untuk berkembang demi hidup maju. Saya melihat itu secara dekat. Mereka jenuh, suntuk, bahkan depresi. Mereka seperti tak menemukan obat solusi dari peradaban modern,” sambungnya, mulai berapi.

“Padahal,” sambungnya lagi, “sejak ribuan tahun silam, leluhur kita sudah menemukan 4 jamu kenikmatan hidup. Jamu Tolak Bala, Jamu Galian Rezeki, Jamu Enteng Jodoh, dan Jamu Sehat Perkasa. Itulah jamu segala jamu. Sangat berkhasiat untuk menolak bala, memudahkan rezeki, memudahkan jodoh, dan memelihara kesehatan. Itulah alternatif dari saya untuk mereka setelah kecewa melihat ‘gagalnya’ manfaat ilmu pengetahuan modern untuk rakyat republik ini.”

Ditemui di sela praktik kemampuan gaibnya di kawasan Pemandian Putri Hijau, Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara, Abah Rahman lalu membeber bukti khasiat 1 di antara 4 jamu roh leluhur itu. Ia memulai cerita. “Bapak ini contohnya. Siapa nama Bapak? O ya, Pak Amran. Beliau pemilik sebuah rumah makan. Ya di Medan letaknya. Hampir setahun terakhir ini, usahanya itu lesu. Makin hari rumah makannya semakin sepi pengunjung.

Nah, setelah sebelumnya datang ke saya lalu menjalani ritual Jamu Galian Rezeki, kedatangan Pak Amran hari ini ternyata untuk mengabarkan kisah rezeki besar mendadak yang baru didapatnya. Saya pun baru tahu tadi ceritanya.”

“Inilah bukti pintu gaib terbuka saat dunia manusia semakin krisis. Ya seperti kondisi negeri ini. Ini runutan kisah hasil ritual Pak Amran yang kuat menginginkan usaha rumah makannya mengalami kemajuan. Tolong simak.”

“Hari Rabu lalu, Pak Amran mendatangi saya. Hari itu juga, beliau dan problem usahanya saya teruskan ke dewan gaib. Di situ pula Pak Amran mulai melakukan ritual. Ada memberi sesaji, juga mandi ruwat. Macam-macam.”

“Nah, pada hari Selasa, sehari sebelumnya, tanpa sepengetahuan Pak Amran, di Jakarta di kantor sebuah perusahaan konstruksi, seorang direktur mengadakan rapat dengan timnya. Mereka tengah menimbang-nimbang kota yang tepat untuk menyelenggarakan rapat penting, gabungan dengan semua anak perusahaan yang berada di hampir semua propinsi. Hari itu, mereka belum memutuskan.”

“Pada hari Rabu, keesokan harinya, barulah mereka memutuskan. Karena berbagai alasan, kota tempat rapat itu akhirnya disepakati di Medan. Besoknya, Kamis, salah seorang dari mereka menelepon biro perjalanan di Medan. Ini terkait untuk membuat acara rapat itu.”

“Besoknya lagi, Jumat, biro perjalanan itu menelepon hotel dan event organizer (EO) setempat. Mereka berbagi job. Nah, besoknya, Sabtu, si EO menerima uang muka dari perusahaan konstruksi di Jakarta melalui biro perjalanan itu.”

“Sehari kemudian, Sabtu, orang EO itu menelpon Pak Amran, memesan katering dari rumah makan Pak Amran. Setelah nelepon, siangnya, si EO
menemui Pak Amran dan memberi uang muka.”

“Sejak itu, Pak Amran dan karyawan rumah makannya mendadak sibuk bukan main. Itu karena mendapat pesanan menyiapkan 10 ribu paket nasi kotak per hari selama 5 hari rapat itu berlangsung. Bisa disimakkan!”

“Jadi pada hari Pak Amran datang ke saya dan memulai ritual gaib, sebenarnya nasib baik yang diharapnya sedang ‘bekerja’. Hari itu Pak Amran tentu belum ngeh. Beliau baru ngeh tiga hari kemudian, pada hari Sabtu, ketika si EO meneleponnya. Oke, selamat, Pak Amran.” Cemmana nasib usaha Anda? (Man)

Merumuskan Strategis Percepatan Kepemilikan Aksi Kelahiran Kabuapten Ende

 

Ende, ZonadinamikaNew.com – Yayasan Flores Children Development ( FREN ) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ) Kabupaten Ende Flores NTT, kamis ( 18/03/2021) Sebagai kelanjutan dari diskusi panel pada 16 Maret 2021, kembali melakukan diskusi terbatas dengan tajuk Merumuskan Strategi Percepatan Kepemilikan Akte Kelahiran.

Diskusi yang bertempat di kantor Bappeda dibuka oleh Kepala Bappeda Ende, Andreas Worho, ST yang menekankan bahwa diskusi kali ini adalah kelanjutan dari diskusi panel 16 Februari 2021. Beliau mengharapakan bahwa diskusi bisa berjalan baik dan menghasilkan rumusan teknis strategi percepatan kepemilikan akte kelahiran dan akte kelahiran harus dilihat dalam perspektif sebagai hak anak.

Hadir sebagai peserta diskusi, Kepala dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Kadukcapil Ende ), Eby Sigasare ST, MA, bersama beberapa staf, Plt Kadis Infokom Drs. Dionisius Ali beserta Staf, Kabid dan Kasubid dari Bappeda, Dinas P dan K, RSUD Ende, DinKes Ende, Dinsos P3A, Dinas PMD, perwakilan TA pendamping desa dan pengurus Yayasan FREN bersama Koordinator Project Yayasan FREN mitra ChildFund Internasional yang berada di Indonesia Lentje Pelapadi beserta staf.

Diskusi berjalan sangat cair, dinamis dan sangat rinci secara teknis. Diskusi dipandu oleh John Th. Ire. Diawali paparan FREN tentang upaya percepatan kepemilikan akte kelahiran dalam perspektif hak dan penyampaian rencana tentang hasil diskusi perumusan strategi yang akan digunakan pada lima desa pilot.

Selanjutnya John mengajak peserta diskusi untuk melihat resume hasil diskusi. Sebelum ruang diskusi dibuka., John mengawali dengan menyampaikan dua pernyataan yang menjadi landasan diskusi yaitu:
1. Sebuah program untuk masyarakat bisa berhasil ketika kita berhasil mempertemukan apa yang disebut sebagai Obligation Negara dan Responsibility masyarakat yang setara.
2. Untuk merubah sebuah kebijakana publik dan memastikan pelayanan publik yang baik selalu tidak lepas dari 3 unsur : Sistem, Struktur dan Kultur.

Beragam komentar, pertanyaan dan usulan teknis sebagai masukan disampaikan. Peserta menyadari ada banyak hal yang bisa dibuat menjadi lebih baik bila semua berkomitmen dan konsisten melakukannya dalam semangat kolaboratif. Termasuk Dinas Infokom yang sebenarnya sangat strategis namun sering kali lupa dilihat sebagai sebuah kekuatan strategis. Plt Kadis pun sempat mempertanyakan apa peran yang diharapkan dari Dinas Infokom selanjutnya ditanggapi bahwa kontribusi dinas infokom adalah publikasi dan jaringan serta aplikasi.

Selanjutnya adalah paparan materi teknis dari Kadisdukcapil tentang cara pengurusan akte kelahiran dengan berbagai model pendekatan inovasi yang sangat bagus. Konsep yang sangat bagus harus bisa diaplikasikan dengan baik.

Diskusipun dipandu secara perlahan mengarah pada pemetaan peran dan cara berdasarkan 5 W dan 1 H. Semua peserta serius menyampaikan ide menyadari potensi apa yang belum optimal digunakan untuk memposisikan diri sesuai Tupoksinya masing-masing.

Sebagaimana yang terungkap dari Dinas Kesehatan dan RSUD dengan potensi data KIA, kantong persalinan serta buku pink KIA, dari Dinas PMD dengan potensi KPM pada tingkat desa dan dukungan dana desa, dari Dinas P dan K melalui PAUD, TK dan SD.

Diskusi berlangsung kurang lebih tiga jam yang sangat efektif. Rumusan diskusipun siap untuk digunakan pada 5 desa pilot yang akan diawali dengan miniworkshop.

( Tim.ZN )

This Article Was Written By

Karawang sinawang

Leave a Comment